Tampilkan postingan dengan label GKI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label GKI. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 September 2010

SAVE ME !!

Bacaan kali ini diambil dari Lukas 8: 26-39. Inilah salah satu ayat dari perikop tersbut:
“Setelah Yesus naik ke darat, datanglah seorang laki-laki dari kota itu menemui Dia; orang tu dirasuki oleh setan-setan dan sudah lama ia tidak berpakaian dan tidak tinggal dalam rumah, tetapi dalam pekuburan.”
(Lukas 8:27)

          Di dalam hidup ini, khusunya zaman sekarang, banyak yang sudah mengalami ke-gila-an. Hah? Masak si? Yup, gila di sini bukan berarti gila dalam arti harfiah, tetapi seseorang yang tergila-gila pada sesuatu hal, entah itu sesamanya ataupun suatu benda. Misalnya saja pada kasus ini, banyak anak muda zaman sekarang tergila-gila pada handphone  yang bisa facebook-an maupun twitter-an atau yang lainnya. Kenapa kita bisa berkata seperti itu? Karena anak muda sekarang sudah terikat oleh yang namanya facebook. Ada yang setelah pulang sekolah bukannya pulang ataupun mencari makan, tetapi update status di facebook. Pada malam hari saat mau tidur, bukannya kita berdoa dan bersyukur kepada Tuhan atas apa yang telah diberikan pada hari itu, melainkan mengecek handphone apakah ada status baru yang masuk atau tidak. Handphone kini seolah-olah telah menjadi sebuah bantal yang selalu harus di dekatnya supaya gampang untuk melihat status baru yang masuk. Ada juga yang tergila-gila bermain game online atau PlayStation, kalau tidak main rasanya hidup terasa hampa. Bahkan ada juga yang tergila-gila membaca buku alias si kacamata tebal (karena biasanya orang yang gila membaca buku mempunyai mata minus yang sangat dalam sehingga harus memakai kacamata yang tebal, Red) sampau melupakan Tuhan di dalam hidupnya karena asyik membaca buku. Hidup terasa tidak jelas arah dan tujuannya, bermain hingga berjam-jam hingga kalau sehari saja tidak bermain rasanya hidup semakin membosankan (terikat).

Alkitab di sini membicarakan orang yang gila secara harfiah,yakni benar-benar gila. Gila karena dirasuki oleh setan yang tidak hanya satu, tetapi banyak: “Dan Yesus bertanya kepadanya: “Siapakah namamu?” Jawabnya” “Legion.” karena ia kerasukan banyak setan.” (Lukas 8:30). Nah, apabila kita menemukan orang yang ketika ditanya namanya ternyata menjawab nama yang bukan miliknya, patut dipertanyakan nih sepertinya. Huehue. :D . Mungkin laki-laki pada Alkitab ini berteriak-teriak tidak jelas  karena dia terikat oleh setan-setan dan merasa tidak dapat menikmati hidup ini (Mungkin karena kita tidak tahu kejadian di tempat seperti apa, hanya tertulis di bagian Alkitab ini saja.). Nah, berdasarkan dari perikop ini juga, kita dapat mengetahui bahwa orang yang dirasuki setan biasanya pergi ke tempat sunyi atau tidur di kuburan, hidup bukan hidup kelihatannya

Walaupun begitu, Yesus tetap ingin menolongnya (betapa besarnya kasih Tuhan itu). Yesus yang idak mempan oleh setan memberikan penawaran kepada setan itu untuk segera pergi dari tubuh manusia itu. Akhirnya setan berkata bahwa ia ingin dilepaskan dari-Nya dan masuk ke dalam kawanan babi-babi yang ada di sekitar tempat itu: “Adalah di sana sejumlah besar babi sedang mencari makan di lereng gunung, lalu seta-setan itu meminta kepada Yesus, supaya Ia memperkenankan mereka memasuki babi-babi itu. Yesus mengabulkan permintaan mereka.” (Ayat ke-32). Pada zaman itu, orang Yahudi menganggap babi itu adalah binatang yang paling hina dan haram  sehingga orang-orang di sana waktu itu tidak keberatan ketika babi-babinya dimasuki oleh setan itu (kalau sekarang sih babi sudah menjadi sebuah makanan yang enak bagi sebagian orang, apalagi ditambah dengan kecap. J ). Tuhan mengabulkan permintaan mereka. Mereka dimasukkan ke dalam kawanan babi itu hingga akhirnya babi-babi itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau lalu mati lemas. (ayat ke-33)

Setelah setan-setan itu keluar dari tubuh orang itu, orang tersebut kini sudah berpakaian dan waras. Melihat ketakjuban itu, orang itu memohon kepada Yesus supaya ia diterima sebagai murid-Nya dan mengikut Dia karena telah diselamatkan, tetapi Yesus tidak mengizinkan orang tersebut mengikut-Nya. Putus asakah dia? Ternyata tidak teman-teman. Di ayat ke-39 kita dapat melihat bahwa orang itu segera menceritakan segala sesuatu yang diperbuat Yesus kepada sanak keluarganya maupun orang-orang yang ada di seluruh kota tersebut ketika Tuhan Yesus memerintahkan seperti itu kepada dia. Sebaliknya, orang-orang yang melihat peristiwa itu mengusir Yesus karena melakukan sesuatu yang menurut mereka adalah suatu ilmu sihir atau semacamnya.

Biasanya ketika kita menegur seseorang, orang tersebut tidak senang akan teguran kita: “ngapain sih lu tegur2 gue?” Orang tersebut berpikir bahwa bukan Kristuslah yang melakukan semua itu melalui perantaraan penegur itu, tetapi ketika tiba saatnya di mana ia ada di dekat jurang maut, iapun berteriak: “TOLONG AKU!!” , padahal kita tahu bahwa ia menolak teguran dari orang-orang yang pernah menegurnya. Apakah kita seperti itu teman-teman? Meminta tolong hanya pada saat genting saja tetapi kita tidak mau ditegur demi kebaikan kita? Lihat orang yang kerasukan tadi. Ketika ia meminta tolong di hadapan Tuhan Yesus (walau tidak terlihat seperti itu), Yesus segera menyelamatkannya dan melepaskan setan-setan itu dari tubuhnya. Hal ini terjadi karena orang tersebut percaya bahwa Dia adalah Tuhan yang pasti akan menolongnya dari setan-setan itu. INGAT, ORANG YANG PERCAYA KEPADA-NYA AKAN DISELAMATKAN.

Rasul Paulus mengatakan bahwa keselamatan itu tidaklah Cuma-Cuma, tapi mahal harganya. Ada dampak yang harus terasa apabila kita mau menerima keselamatan itu. Kita harus melaksanakan tugas yang ‘berat’, yaitu memberitakan Injil Kristus ke seluruh makhluk. Jika saat ini kita sering berbicara kasar ataupun bantah kepada orang yang menegurnya, mungkin patut dipertanyakan juga apakah ia benar-benar mengaku percaya atau belum. Nah, apa yang harus dilakukan oleh kita yang telah menerima keselamatan itu? Seharusnyalah kita memberitakan kabar baik yang Tuhan berikan kepada orang lain. Punya 1 tekad, saya diselamatkan oleh Dia, oleh sebab itu saya harus memberitakan kabar baik ini supaya orang-orang di sekitar saya juga diselamatkan.(Perlu diingat bahwa keselamatan adalah anugerah, bukan suatu hadiah bersyarat. Kita melakukan hal ini sebagai respon kita telah diselamatkan oleh-Nya).  Lihat orang yang kerasukan itu, setelah Tuhan memerintahkan dia supaya memberitakan kabar baik ini ke seluruh kota, dengan respon yang benar ia langsung melakukannya. Memang namanya tidak disebutkan di Alkitab, tetapi ia telah melakukan apa yang benar di mata Tuhan dan itulah yang Tuhan ingin kita lakukan. Jangan takut apabila kita memberitakan kabar baik ini, karena Tuhan akan menolong dan melindungi kita dalam berkata-kata dan tindakan kita. Hidup kita jika benar-benar sudah lahir baru, seharusnya seperti sebuah batu hidup, bukan batu yang mati. Jangan hanya menjadi Kristen KTP yang hanya statusnya saja tertulis Kristen tetapi tidak mencerminkan Kristus. God bless us guys. :D

“Beritakanlah kabar baik yang telah kita dengar dan terima, lalu beritahukanlah kepada orang-orang yang belum mengetahui kabar baik itu.”

*Source: Khotbah KR GKI Perniagaan hari Minggu, 05 September 2010 oleh Sdri. Widya Astuti, S. Si. Teol dengan beberapa pengubahan.

Share/Bookmark

Sabtu, 04 September 2010

Lost In Communication

Bacaan hari ini: Matius 15:1-20
“Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat. Itulah yang menajiskan orang. Tetapi makan dengan tangan yang tidak dibasuh tidak menajiskan orang.” (Matius 15:19-20)

Sebenarnya ada apa sih dengan komunikasi itu? Kenapa menjadi hal yang begitu penting untuk dibicarakan? Semua pertanyaan itu akan terjawab apabila telah membaca postingan ini. Saya mungkin tidak bisa seahli ahli komunikasi negara kita macam Effendi Gazali tetapi saya membahas apa yang tertulis di Alkitab. Memang Alkitab tidak membicarakan secara detail tentang komunikasi itu, oleh sebab itu dibutuhkan suatu buku alternative lagi untuk memahaminya. Kiranya setelah kita membaca hingga selesai, kita bisa mempergunakan mulut kita menjadi saluran berkat bagi orang lain.

Kita sekarang hidup di zaman telekomunikasi, di mana kita bisa menggunakan banyak alternatif untuk berkomunikasi menjadi lebih mudah karena menjamurnya alat-alat komunikasi yang canggih dari tahun ke tahun. Hal yang paling kelihatan sekarang ini adalah menjamurnya handphone dengan harga yang bervariasi, mulai dari yang mahal hingga murah semua tersedia di dunia ini. Istilahnya hanya dengan jempol saja kita sudah bisa menggenggam dunia ini. Persoalannya sekarang adalah bukan masalah gadget yang dipakainya, ini berbicara mengenai masalah pribadi setiap orang, misalnya berkomunikasi antar teman.

Dalam perikop ini sudah tertulis bahwa bukan yang masuk yang menajiskan orang, melainkan yang keluarlah yang najis. Hal ini bisa dibuktikan dari pengucapan yang keluar dari mulut kita. Seberapa sering kita mengucapkan kata-kata kutuk dan menyakiti perasaan orang lain? Berbicara tentang masalah menjaga kesucian, kita pastinya sudah tahu apa yang orang Yahudi kuno lakukan ketika bertemu oleh orang-orang yang non-Yahudi. Yup, mereka menjauhi orang yang tidak sebangsa dengan mereka. Bagi orang Yahudi kuno, orang yang tidak sebangsa dengan mereka adalah najis. Mereka beranggapan bahwa semua yang di dunia ini adalah najis. Tidak bisa dibayangkan apabila adat-istiadat seperti itu dipakai oleh umat Kristen di zaman sekarang, lebih mementingkan adat-istiadat daripada hukum Tuhan sendiri. Tetaplah ingat 1 prinsip ini: Bukan yang masuk yang menajiskan, tetapi yang keluar.

Berapa banyak orang yang telah kita sakiti akibat perkataan kita? Sering kali kita menganggap bahwa apa yang kita ucapkan itu hanyalah gurauan saja, tetapi tidak semua orang yang menganggapnya seperti itu. Ada orang yang menganggap gurauan itu dengan serius sehingga orang tersebut tersinggung. Setiap orang mempunyai karakter yang berbeda, jangan samakan karakter mereka dengan karakter kita. Surat Yakobus mengatakan bahwa lidah itu adalah sesuatu yang kecil tetapi sangat liar. Sulit seklali untuk mengaturnya, tidak seperti kuda ataupun kapal yang bisa dikendalikan. Seperti kata pepatah, lidah tak bertulang.

Ada sebuah buku yang membahas bagaimana cara berbicara yang baik. Rangkumannya kira-kira seperti ini:
1.   Caranya harus baik
Mungkin sebenarnya kita memberikan sesuatu informasi yang menarik kepada teman kita, tetapi karena caranya yang salah (mungkin menggunakan nada yang tinggi) membuat ia tersinggung. Informasi yang baik tetapi tidak disampaikan dengan cara yang benar sama saja bohong.
2.   Ada manfaatnya
Jangan menjadi orang yang hanya bisa omdo alias hanya asal berkata tapi tidak ada manfaatnya. Itu sama saja berkata dengan sia-sia. Mother Theresa berkata lebih banyak lakukan dengan tindakan untuk menolong orang lain yang terluka dibandingkan hanya sekadar berkata tanpa makna.
3.   Isinya tepat
Terkadang orang berkomunikasi dengan orang lain tidak ada isinya, alias tong kosong nyaring bunyinya. Mereka sering berbicara hal-hal yang tidak terlalu penting atau sangat tidak penting untuk diperbincangkan, misalnya masalah kehidupan si anu dan semacamnya. Apa gunanya bagi kita kalau kita membicarakan hal ini? Ada segerombolan anak sekolah yang hampir setiap hari nongkrong di sebuah warung membicarakan hal-hal yang tidak jelas satu dengan yang lainnya. Padahal seharusnya saat itu adalah waktu untuk mereka ke sekolah dan belajar. Apakah sekolah pindah ke warung itu atau bagaimana saya tidak mengerti. Yang jelas mereka berkumpul untuk berbicara hal-hal yang tidak ada gunanya untuk masa depan mereka nantinya. Nah, apakah kita salah satun yang berkata tanpa isinya? :P
4.   Tepat Waktunya
Ketika kita ingin mengungkapkan sesuatu, perhatikanlah juga dari sisi lawan bicara. Ketika ada orang yang sedang tidak mood dan kita mengtucapkan sesuatu hal kepadanya, pasti ia akan marah walaupun tidak ada unsur mengejek atau apapun itu. Zaman yang canggih tidak berarti bahwa setiap komunikasi yang kita lakukan berjalan baik dan lancar. Kita berkomunikasi dengan manusia yang memiliki karakter yang sulit untuk ditebak, bukan robot yang tidak memiliki karakter tersebut. So, THINK BEFORE TALK.

Ada sebuah cerita tentang seorang anak muda yang berkonsultasi kepada seorang pendeta karena ia sering tidak bisa mengendalikan emosinya dengan baik. Ia ingin mendapatkan sebuah jawaban yang sekiranya bisa menolongnya mengatasi kesulitan ini, namun kenyataanya tidak seperti yang dibayangkannya. Sang pendeta menyuruh menagmbil beberapa paku dan sebuah palu.
“Tancapkan paku itu ke dalam tembok dengan menggunakan palu, anggap cara ini dgunakan untuk melampiaskan rasa emosimu dengan terus menancapkan paku demi paku hingga emosimu reda.”
Awalnya sang anak muda itu tidak mengerti apa yang sebenarnya ada di pikiran pendeta ini, tapi akhirnya ia meurut apa yang diperintahkan pendeta itu. Ia menancapkan setiap paku yang ada ke dalam tembok hingga emosinya mulai reda. Setelah merasa sudah cukup dan sang pemuda ingin pulang karena kecewa tidak mendapatkan jawaban yang diinginkannya, sang pendeta berkata:
 “Jangan pulang dulu, sekarang cabuti paku itu satu demi satu dari tembok itu.” Sang pemuda semakin heran lagi mengapa pendeta itu menyuruhnya untuk mencabut paku yang telah dipasangnya itu. Dengan agak terheran-heran dan sedikit marah, ia mencabut paku-paku itu.
“Sekarang apa yang bisa dipelajari dari sini?” Tanya sang pendeta.
“ Saya tidak mengerti apa maksud Anda.” Sang pemuda menjawab.
“Kamu lihat? Ini merefleksikan tentang masalahmu itu. Setiap kali ada yang membuatmu tersinggung, kamu akan marah. Setelah beberapa lama, kamu merasa bahwa hal itu adalah masalah sepele dan berpikir untuk melupakan dan memaafkan orang tersebut. Namun apa yang terjadi? Ada bekas bolong seperti yang terlihat di tembok ini. Sebenarnya jauh di dalam hati kita, kita masih belum bisa memaafkan dan melupakan kesalahannya.
Lihat? Seperti itulah orang yang merasa tersakiti akibat perkataan kita. Kita bukan hanya sekadar mengucapkan kata-kata saja, tetapi membawa dampak bagi orang lain. Jadi berkomunikasi yang baik itu sulit dong? Betul. Komunikasi itu sangat sulit dilakukan, tapi tidak mustahil untuk dilakukan. Banyak keluarga maupun gereja terpecah-belah bukan karena masalahnya, tetapi karena komunikasi antar mereka yang tidak bisa menjaga ucapan mereka dengan baik. Tidak adanya filter dalam berkomunikasi di dunia maya juga bisa memicu perpecahan global (antar negara) maupun local (antar orang-orang di sekitar). Psikolog mengatakan bahwa rata-rata manusia mengucapkan kira-kira 100.000 kata dalam satu tahun. Wah, banyak sekali ya kita mengucapkannya? Apakah kita lebih banyak mengucapkan hal-hal yang berguna, atau sebaliknya kita lebih banyak mengucapkan kata-kata yang tidak ada gunanya sama sekali?

Yakobus 3:10 mengatakan: “Dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi.” Mari kita memikirkan kembali sejenak, apakah kita memuliakan Tuhan melalui mulut kita ini? Bukan lidahlah penentu semuanya itu , tetapi hati kita. Bukan sekadar kebersihan di luar (seperti orang Yahudi dulu, Red), tetapi apa yang ada di dalam tubuh (hati) lah penentu itu. Sering kali perkara besar terjadi karena berawal dari masalah yang sepele. Mungkin saja si pengucap memiliki maksud yang baik, tetap apabila diucapkan pada suasana yang sedang tidak baik, maka perkataan yang diucapkan oleh si pengucap akan menjadi tidak baik juga. Sekali lagi ini bukanlah masalah dalam berkata-kata, tetapi prinsip hati.
“Apabila kita menganggap perkataan itu sebagai sesuatu hal yang negatif, maka perpecahanlah yang akan timbul setelahnya.”

Thanks and God bless you guys. :D

*Source: Khotbah Kebaktian Remaja GKI Perniagaan hari Minggu, 29 Agustus 2010 oleh Pdt. Handri Salim dengan beberapa pengubahan.

Share/Bookmark

Rabu, 01 September 2010

ATTENTION, PLEASE!

                Kita biasanya mendengar perkataan seperti itu di mana ya? Kebanyakan perkataan itu diucapkan di radio-radio sekolah atau kampus. Mereka biasanya menggunakan perkataan tersebut untuk mencari perhatian orang-orang supaya dapat mendengar siaran mereka. Nah, jika kasusnya individu, bagaimana cara orang tersebut mencari perhatian orang lain? Biasanya sih hiperaktif, artinya suka bolak-balik ga jelas tanpa arah dan tujuan. Bisa juga dengan miscall berkali-kali, selalu mengirimkan SMS kosong ke orang lain dan lain-lain. Teman-teman tentunya punya facebook kan? Nah, sebelum adanya zaman jejaring sosial seperti ini, kita biasanya cari perhatian melalui tingkah lakunya atau mengirimkan SMS yang ‘berlebihan’ dan tidak jelas isinya. Kini, dengan berkembangnya teknologi seperti ini, cari perhatianpun bisa dilakukan di mana-mana, salah satunya ya di facebook ini. Ciri-ciri facebookers yang cari perhatian mungkin seperti ini: update status terus tiap menit (bahkan kalau perlu tiap detik :O ), mengganti status hubungan (relationship status). Itu semua dilakukan supaya status mereka dikomentari oleh orang lain alias cari perhatian.

          Nah, pertanyaanya sekarang adalah boleh ga sih mencari perhatian itu? Tentu saja boleh. Nah, kenapa boleh? Apakah jawabnya karena suapaya tambah exist saja? Tentu saja bukan. Kita diciptakan sebagai manusia sosial yang tentu saja tidak bisa hidup sendirian. Oleh karena itu, manusia butuh yang namanya diperhatikan. Ada orang yang berpikir bahwa saya ada karena ada yang peduli dengan saya. Tentu saja apaila kita merasa tidak diperhatikan, akan timbul rasa sedih dan kesal. Mencari perhatian karena butuh diperhatikan beda dengan hanya sekedar mencari perhatian saja.

          Seorang psikolog Abraham Glow membagi kebutuhan manusia menjadi 5 bgaian:
1.   Sandang, pangan dan papan
Tentu saja kita membutuhkan hal ini. Inilah kebutuhan manusia yang paling umum dipakai.
2.   Rasa aman
Semua orang butuh yang namanya rasa aman. Misalnya saja mengenai masalah uang.Kebanyakan orang ingin uang yang dikumpulkannya dimasukkan ke dalam bank disbanding ditaruh di rumahnya sendiri, karena takut hilang atau diambil orang lain. Bisa juga kita berkompromi oleh dosa karena ingin cari aman saja. Misal di dalam pergaulan kita lebih banyak yang merokok, ketika kita tidak merokok pasti mereka akan meledek kita hingga dikucilkan. Kita biasanya cari aman dalam hal ini hingga kita melakukan dosa karena telah merokok.
3.   Kebutuhan mencintai dan dicintai
Sudah tidak perlu lagi dijelaskan tentang yang satu ini. Everybody needs love, right? J
4.   Butuh dihargai DAN menghargai
Tentu kita perlu yang namanya dihargai, misalnya saja saat kita masih kecil. Ada tugas untuk mewarnai sebuah gambar, tetapi ketika ada yang mengatakan bahwa hasil karya kita dibilang jelek, kita pasti sedih. Begitu juga saat kita bermain gitar, saat kita bermain fals dan ada yang mengkritik payah,tidak bisa bermain tentu rasanya kita sakit hati mendengarnya.(Cara mengkritik dan respon ketika kita dikritik sudah diberitahukan melalui postingan sebelumnya: Tell Me The Truth And The Right Way To Do It.), tetapi kita HARUS MENGHARGAI ORANG LAIN juga supaya kita dihargai.
5.   Ingin diperhatikan sebagai orang yang baik

Nah, maksudnya di sini adalah bahwa kita ingin dilihat oleh orang lain sebagai seseorang yang baik dan terkesan ‘suci’. Lihatlah di Matius 6:5-6. Bagian ini membahas mengenai cara berdoa yang benar. Bukan masalah mau dilihat oleh orang lain, tetapi seberapa kita sungguh-sungguh berdoa kepada-Nya.
         
          Apa sebenarnya motivasi orang mencari perhatian? Apa karena kita mau terlihat sibuk oleh orang lain, hanya sekadar mencari perhatian bahwa “Ini lho saya?” atau yang lainnya? Kita perlu mengetahui latar belakangnya. Apa yang sebenarnya 100% ingin kita butuhkan? Makanan? Pacar? Exist? Hanya Tuhan yang tahu. Bahkan terkadang kita sendiripun merasa tidak tahu apa yang sebenarnya yang benar-benar kita inginkan. Terkadang orang yang mencari perhatian dengan berlebihan memiliki luka di dalamnya. Mungkin karena konflik keluarga atau masalah-masalah lainnya yang membuat oreng tersebut berkelakuan seperti itu. Psikolog menggambarkan hal ini sebagai fenomena gunung es di antara lautan. Terlihat mencuat sedikit dari luarnya, sebenarnya di dalam air tersebut sangat luas permukaannya. Mungkin orang tersebut menutupi rasa sakit hati di dalam dirinya, mungkin kepahitan dan lain sebagainya yang membuat orang tersebut berkelakuan agak ‘aneh’. Luka borok yang ada di hati lebih parah dari apa yang terlihat dari luar.
         
          Nah, oleh sebab itu apa yang harus dilakukan? Carilah dahulu Tuhan, karena Ia mengasihi kita lebih daripada manusia. Cari dahulu Tuhan sebelum kita mencari perhatian dari orang lain. Banyak orang yang curhat kepada orang terdekatnya bahwa dia tidak berharga di hadapan orang lain. Ada juga orang yang tidak mau curhat dan melakukan tindakan yang ‘hiperaktif’ semata-mata hanya untuk mendapatkan kasih. HEY TEMAN! Tuhan mengasihi kita hingga detik ini. Tuhan menganggap kita berharga di mata-Nya. Harusnya kita sadar itu. Pertanyaan yang patutu diberikan kepada orang yang mencari perhatian adalah: “Apakah kau sudah mencari Tuhan sebelumnya?”. Ingat, Tuhan selalu tahu permasalahan sekecil apapun yang ada pada kita, tetapi apakah kita mau mencurahkan segala keluh-kesah kita kepada-Nya?

          Bagaimana langkah-langkah awal supaya kita tidak dibilang caper (cari perhatian,Red)?
  • Mengontrol diri
Seberapa banyak orang yang kesenangannya hanya mengkuti kondisi? Ketika kita dibelikan sebuah PlayStation baru, rasanya kita sangat senang dan kalau bisa memuji-muji orang tua sesaat (karena baru dibelikan), tetapi setelah beberapa lama,entah karena suatu alasan sehingga orang tuanya mematikan/menyita PlayStation tersebut, kita pasti akan marah. Nah, begitu pula orang yang caper, ia hanya ingin memuaskan keinginannya hanya sementara. Ketika akhirnya orang tersebut tidak memperhatikan kita, kita pasti sedih dan marah. Kontrollah diri, jangan hanya terjebak kesenangan sesaat.
  • Memurnikan hati dan motivasi yang benar
Apa motivasi kita ketika kita berbuat seperti itu? Apakah tujuan kita memang untuk melakukan apa yang benar ataukah kita melakukannya hanya untuk memuaskan diri kita sendoro sehingga orang lain terganggu karena sikap kita? Misalkan saja kita diberikan talenta oleh Tuhan bakat bermain gitar, apakah kita mempergunakan talenta tersebut hanya pamer saja kepada orang lain atau karena kita mau supaya nama Tuhan dipermuliakan melalui talenta kita itu? Think carefully beforte act!!!
  • Berharap dan bersandar kepada Tuhan, bukan kepada orang lain
Janganlah terlalu berharap kepada orang lain, pada akhirnya pasti kita akan kecewa karena jarang sekali ada orang yang bisa dipercaya 100%. Ingat, Tuhan tahu kita sebenarnya. Carilah Dia. Tuhan tidak mau kehilangan anak-anak-Nya, bahkan satupun tidak. Iblis memakai beberapa kesempatan yang ada pada kita, bahkan ketika kita kesepianpun iblis menggoda kita supaya kita mencari perhatian dengan berlebihan kepada orang lain sehingga kita dijauhi karena caper kita yang aneh itu. Mungkin karena sikap kita, kita merasa tidak berharga, tapi Tuhan menganggap kita itu berharga di mata-Nya.

Lihat di 1 Korintus 12:23 ini:” Dan kepada anggota-anggota tubuh yang menurut pemandangan kita tidak terhormat, kita berikan penghormatan khusus. Dan terhadap anggota-anggota kita yang tidak elok, kita berikan perhatian khusus.” Nah, sebagai kita yang tidak bersikap seperti itu, seharusnyalah kita melakukan apa yang disampaikan di surat 1 Korintus itu kepada orang yang caper. Kalau memang ia butuh diperhatikan, berilah perhatian kepadanya. Pujilah ketika harus dipuji, jangan kita asal memuji karena akan sia-sia saja. Berilah juga pujian ketika waktunya memang tepat, jangan ketika orang tersebut sedang galau hatinya kita langsung memujinya karena hal itu akan berakibat fatal nantinya.

Manusia tidak baik jika sendirian karena manusia itu adalah makhluk social tentunya. Sebaiknya ketika kita melihat ada orang yang merasa kesepian,berikan perhatian ke dia. INGAT, MOTIVASI HARUS BENAR. Nah, dari pihak yang caper juga harus berlaku yang bijak, bukan benar dan baik, karena caper yang baik belum tentu benar dan begitu pula sebaliknya. Carilah perhatian dengan bijak, supaya hidup kita menjadi sukacita nantinya karena kita tidak dianggap sebagai orang yang aneh dan dijauhi orang lain. Setelah membaca postingan ini, apakah kita salah satu orang yang caper atau orang yang memberikan perhatian ya? God bless you guys. ;D

“DARI PIHAK YANG CAPER: JADILAH ORANG YANG CAPER TAPI TIDAK LEBAI (BERLEBIHAN,RED)
DARI PIHAK SELAIN ITU: MARI DOAKAN ORANG YANG CAPER DENGAN LEBAI ITU SUPAYA DIA BISA MENEMUKAN TUHAN YANG TERUS MEMPERHATIKAN DIA.”

*Sumber: Khotbah kebaktian remaja GKI Perniagaan hari Minggu, 22 Agustus 2010 oleh Yael Eka Hadiputeri dengan beberapa pengubahan.

Share/Bookmark

Minggu, 29 Agustus 2010

Janji Atau 'Janji' ?

                Markus 14:26-31,66-72
Lalu kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada hari ini, mala mini juga, sebelum ayam berkokok dua kali, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.” (Markus 14:30)
          Suatu hari ada seorang anak teman pendeta gereja saya sedang seru-serunya bermain game di tempat pendeta gereja saya (Pdt. Lie Nah) tinggal. Anak itu sangat seru bermain hingga lupa waktu. Ketika Pdt. Lie Nah bertanya kepadanya apakah tidak apa-apa ditinggal orang tuanya di sini, ia dengan santai menjawab tidak apa-apa. Setelah beberapa waktu kemudian, orang tua anak itu menelepon Pdt. Lie Nah dan bertanya apakah tidak apa-apa anak mereka ada di tempatnya,Pdt. Lie Nah menjawab tidak apa-apa dan tidak masalah. Beberapa jam berlalu hingga larut malam hingga sang anak itupun mulai bosan bermain game hingga ia menangis meminta pulang. Pdt. Lie Nah pun akhirnya juga kerepotan karena ulah anak ini. Ia kepusingan mendengar isak tangis anak ini dan akhirnya ia menelepon orang tua anak itu untuk membawa pulang kembali anaknya karena anak tersebut ingin pulang.

          Seberapa mudahnya kita mengucapkan janji? Kita tentu sudah tahu apa itu yang namanya janji. Janji adalah suatu perkataan yang pasti akan kita lakukan. Nah, apa realitanya? Banyak orang yang mengucapkan janji tanpa berpikir panjang. Dengan enteng dan gamlblangnya seseorang berjanji tapi tidak mau menepatinya. Seberapa banyak sih orang yang seperti itu yang berkata janji tetapi nyatanya dibatalkan? Misalnya saja kita sudah janji untuk ketemuan dengan teman kita. Beeberapa saat kemudian kita menelepon teman kita bahwa tidak bisa hadir karena alasan yang jelas. Seseorang  sering kali mengucapkan janji tersebut tanpa kesungguhan hati. Mereka berpikir bahwa janji itu diucapkan supaya mereka cari aman saja, alias supaya sang pembuat janji tidak merasa kecewa dengan kita.

          Dalam Markus 14:26-31 ini, kenapa Petrus berani berjanji kepada Yesus? Karena Yesus sudah berkali-kali berkata kepada dia dan murid-murid-Nya yang lain bahwa akan tiba saat di mana Ia akan ditangkap, disiksa dan mati di kayu salib. Biasanya ketika kita mendengar hal itu, kita akan mengucapkan janji yang sama seperti Petrus karena merasa bahwa ia tidak mungkin seperti itu. Ia tergerak oleh rasa ‘mau jadi pahlawan’ di antara murid-murid-Nya yang lain,rasa solider antar murid Tuhan sehingga ia mengucapkan janji tanpa memikirkan dengan matang. Ketika seseorang tersebut semakin diragukan janjinya, semakin sering dia berbuat janji yang terlihat ‘serius’ hingga berkata:” Sumpah, saya akan menepatinya.”

           Sering kali kita juga seperti Petrus, ketika dihadapkan pada situasi yang kritis seperti itu tidak berpikir dengan baik. Kita hanya berkata-kata saja, tetapi tidak berpikir tentang orang lain. Nah, biasanya kita membatalkan janji karena apa? Biasanya kemalasan. Tentu saja kita tidak langsung berkata seperti itu kepada orang yang memberikan janji itu, tetapi kita merangkai kata-kata sebagus mungkin dan terlihat meyakinkan sehingga janji itu akan batal. Tindakan seperti itu dapat menjurus ke arah berbohong. Pada ayat ke 66-72 sudah bisa terlihat dengan jelas bahwa Petrus berani berbohong kepada orang-orang yang telah menuduhnya karena takut akan konsekuensi yang akan dihadapinya. Ia berpikir berkali-kali apa rasanya dihajar massa sebanyak itu, sehingga ia berbohong untuk menyelamatkan diri.Setelah berkata seperti itu dan ada bunyi kokok ayam kedua kalinya, barulah ia menyadari kalau ia telah berbohong kepada Yesus. Apakah Petrus berjanji dengan sungguh-sungguh? Sepertinya tidak karena tidak memikirkan ke depannya akan seperti apa apabila ia mengucapkan janji itu.

          Sering kali janji itu mudah untuk diucapkan, tetapi kita tidak mau memepertanggungjawabkan janji itu. Ketika tidak ada kesungguhan saat mengucapkan janji itu, sering kali kita akan mengingkarinya. Adam dan Hawa sudah diberikan sebuah janji bahwa keturunan mereka akan berdosa karena ular itu (lihat Kejadian 3) oleh Allah. Allah juga berjanji kepada Abram bahwa semua bangsa akan terberkati melalui perantaraannya. Inilah janji yang sebenarnya. Tuhan tahu dan yakin akan janji yang diucapkannya.

Buatlah janji yang “Ya, akan tergenapi”, bukan sembarang janji, karena hal tersebut adalah janji palsu. Janji palsu itu akan diwarnai dengan kebohongan-keboongan lain. Katakan YA jika iya dan TIDAK jika tidak. Jangan berpikir bahwa jika kita bohong sedikit itu tidaklah apa-apa. HEY TEMAN!!! Akibatnya akan fatal kalau beranggapan seperti itu, karena kita pasti akan menutupi kebohongan kecil itu dengan kebohongan-kebohongan lainnya hingga semakin banyak. Siapa makhluk yang suka bohong? Pastinya iblis. Orang yang suka berbohong dicap sebagai anak dari sang iblis. Nah, siapa bapa kita? Iblis atau TUHAN? :P .Mulai hari ini berpikirlah dahulu sebelum membuat sebuah janji. BIASAKAN!!! Ingat satu hal yang penting, apakah nantinya janji itu betul-betul mau saya lakukan atau tidak. Kalau dari awal saja sudah tidak ada kemauan dan keinginan, pastinya janji itu tidak akan ditepati,betul?^^. Tuhan saja menggenapi setiap janji-Nya, salah satunya adalah mengutus Anak-Nya Yang Kekal untuk menggenapi janji-Nya, masa kita tidak bisa menepati janji kita? Ingat satu hal, punya satu kemauan pasti janji itu akan ditepati.Percaya deh.

Ada seorang anak kecil yang hidup dengan pas-pasan. Ia selalu diberi uang jajan hanya Rp 3000,- saja, tetapi ia ingin suatu saat mempunyai komputer sendiri dan terjadilah saat seperti itu. Kok bisa sih? Bagaimana caranya? Dia sering kali nongkrong di tempat pedagang mainan Yoyo, ia menjual teknik yang ia punya kepada anak-anak yang mau sehingga ia mendapatkan uang dari situ. Ia terus melakukan seperti itu dan menabung hingga akirnya ia bisa membeli komputer dengan hasil jerih payahnya sendiri. Sering kali kita merasa seperti orang yang paling kasihan di dunia ini. Orang punya sesuatu yang menarik, kita tidak punya sehingga timbul rasa iri hati. Lihat anak itu, ia tidak iri hati kepada orang lain. Ia mencoba untuk terus berusaha dengan segenap kemampuannya hingga akhirnya ia bisa membeli apa yang ia inginkan.Tentu saja ini kisah nyata. Untuk menjadi anak yang baik haruslah menepati janjinya. Bahkan orang tuanya pun memuji dia karena anaknya tahu diri.

Mungkin akan banyak rintangan yang menghadang untuk menepati janji yang ada, tetapi teruslah terobos rintangan itu. Jangan gentar sedikitpun. Ada juga seorang anak dengan peringkat 40 dari 45 murid di kelasnya. Ia sangat kecewa sekali karena peringkatnya yang sangat jauh di bawah itu. Merasa muak dengan keadaan ini, ia berjanji bahwa ia akan mendapatkan peringkat ke-3 di semester berikutnya. Ia terus dan terus mengasah kemampuannya hingga akhirnya ia bisa mencapai peringkat ke-3 tersebut. Lihat tean-teman? Kalau janji itu diucapkan dengan sungguh-sungguh, maka hasilnya akan baik lho? Ingat,daripada menjadi orang yang tidak dapat dipercaya, akan lebih baik kita berhati-hati dengan apa yang akan kita ucapkan nantinya.


Nah, bagaimana kalau saya janji dengan seseorang dengan sungguh-sungguh, tetapi karena ada urusan mendadak akhirnya batal? Ada hal di mana itu di luar kemampuan kita, sehingga hal seperti ini diperbolehkan. Tidak masalah asal jangan jadikan ini sebagai tameng atau alasan supaya kita tidak datang karena memang awalnya malas. Lihat di Kitab Markus tadi, Yesus menatap Petrus sedemikian rupa sehingga akhirnya Petrus merasa sedih an hancur hati karena sikapnya yang telah membohongi Yesus, Sang Tuhan dan Juru Selamat. Bagi Tuhan hal di mana kita membohongi-Nya sangatlah menyedihkan dan membuat hati-Nya berduka, tetapi ingatlah satu hal. Tuhan mengasihi kita dengan agape, walau separah apapun kita melukai hati-Nya, Tuhan tetap mengasihi kita. Itulah dahsyatnya Allah kita. ^^

MULAI SAAT INI, BERUSAHALAH UNTUK TIDAK KECEWAKAN TUHAN MELALUI PERBUATAN KITA.

Thanks and God bless you guys. ;D

*Sumber: Khotbah Kebaktian Remaja GKI Perniagaan hari Minggu, 15 Agustus 2010 oleh Pdt. Lie Nah dengan beberapa pengubahan.

Share/Bookmark

Kamis, 26 Agustus 2010

WHO CARES???

Bacaan kita hari ini diambil di Lukas 10:25-37.Saya tidak akan mengetikkan keseluruhan ayat tersebut,tetapi intinya ayat ini menceritakan tentang Orang Samaria yang baik hati,mau menolong sesamanya.Beberapa waktu lalu ada event besar yang diadakan di Afrika Selatan.Event apakah itu?Yup,pertandingan piala dunia.Banya orang yang menonton untuk melihat tim kesayangannya bertanding di negara tersebut.Tetapi,pernahkah kita berpikir kenapa FIFA memilih Afrika Selatan sebagai tempat mengadakan Piala Dunia?

                Ada sebuah nilai yang jarang ditemukan oleh negara-negara pada umumnya,karena budayanya yang unik bernama Ubuntu.Nah,siapa yang tidak tahu nama ini?Ini adalah salah satu Operating System pada computer,tetapi kita tidak membicarakan ini sekarang.Di dalam budaya Ubuntu ini,kata-kata yang diuacapkan sangat filosofis.Biasanya di dalam budaya Inggris,orang-orang menyapa kita dengan mengucapkan:”Hello,how are you today?”.Nah,di budaya Ubuntu ini,pegucapan dalam penyapaan terhadap orang lain adalah :”saya melihat kamu” (Sabonda).Respon yang diberikan ketika mendengar hal ini adalah:”Saya ada di sini.” (Sikuna).Sungguh sangat dekat sekali pengertiannya.Ketika mendengar hal itu,kita pasti merasakan bahwa ternyata masyarakat Ubuntu ini sangatlah ramah,karenacara penyapaannya yang unik dan bersahabat.Bagi mereka,kita sudah seperti keluarga yang sangat dekat.

                Di budaya kita tidak ada yang seperti itu.Tidak ada rasa peduli dan percaya di setiap kata-kata sapaan yang kita ucapkan.Kita mengucapkan hal itu seolah-olah sudah menjadi kebiasaan sehari-hari jika kita bertemu dengan seseorang.Di dalam Lukas 10:25-37 ini,Tuhan Yesus diuji oleh ahli-ahli Taurat.Seperti yang kita tahu bahwa ahli-ahli Taurat sangat fasih dalam mengucapkan ayat-ayat di dalam Alkitab,tetapi tidak mau melakukannya.Ketika ahli Taurat itu bertanya kepada Yesus apa yang harus diperbuat supaya memperoleh hidup yang kekal,Yesus menjawab Kasihilah Tuhan,Allahmu,dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu,dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri (Ayat 25-28).Ketika Yesus memerintahkan kepada ahli Taurat itu perbuatlah demikian,ahli Taurat itu mulai ragu dengan apa yang harus diperbuatnya,sehingga ia kembali bertanya:”Siapakah sesamaku manusia?”(Ayat 28-29).Mereka (ahli-ahli Taurat),atau bahkan kita yang biasanya fasih saat mengucapkan Firman Tuhan,ketika ditanya “siapa sesamamu manusia?” tentu tidak akan berkutik apabila mereka atau kita hanya menghafal Firman Tuhan saja tetapi tidak mengerti dan tidak melakukannya.Di dalam konteks ini,ahli Taurat menggunakan suara yang lantang dalam menanyakan “Siapakah sesamaku manusia?”,bukan dalam kerendahan hati sebagaimana seharusnya.

                Kita mungkin lebih buruk dari seseorang yang menderita autis apabila melakukan hal yang sperti ini.Mengapa?Seperti yang sudah kita tahu bahwa orang yang menderita autis ditandai dengan sulit melakukan komunikasi serta emosi labil.Begitu jugalah kita apabila kita selalu emosi,bahkan terkadang kita tidak bisa mengendalikan emosi sesaat itu.Kita lihat kembali ahli Taurat itu,sesame Yahudi saja tidak mau menolong.Menurutnya,itu bukan masalah saya,kenapa saya harus ikut campur?Lihat orang Samaria itu,walaupun bukan satu etnis,ia tetap mau menghampiri,menanyakan kenapa bisa seperti itu serta menolongnya dengan hati yang tulus.Seperti itulah sikap kita seharusnya ketika melihat orang lain yang teraniaya.

                Ada kasus nyata mengenai remaja.Kita akan menyadari bahwa kita memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap orang lain.Ada seorang remaja yang bernama Bryan Warner.Ia memliki jerawat yang sangat akut dan berperawakan kurus tinggi.Saking akutnya hingga ia harus pergi ke dokter untuk menyembuhkannya.Cara itu berhasil dan sirkulasi peredaran darahnya menjadi lancer kembali.Tidak ada yang mau menyapanya karena penampilannya yang seperti itu.Ia merasa terpojokkan dan selalu menyendiri.Suatu hari diadakan camp dari gereja di daerahnya.Ia mulai berpikir jika dia mengikuti kamp ini,mungkin dia akan memiliki teman dan merasa familiar serta akrab di antara yang lain.Tetapi apa yang terjadi?Selama 3 hari 2 malam itu,tidak ada yang mau menyapa dia.Ia semakin merasa sendirian dan merana.Selanjutnya apa yang dia lakukan?Dia mengambil komitmen bahwa dia tidak akan pernah pergi ke gereja lagi.Dengan pola pikirnya,dia membentuk identitas dirinya sendiri.Ia berpikir bahwa saya bisa melakukan apapun wlaupun minder.Akhirnya ia mengganti namanya menjadi Marlene Menson.Nama Marlene diambil dari orang yang tewas karena bunuh diri dan nama Menson diambil dari seorang pembunuh.Dia kini menjadi seorang Anti-Krist dan pemain drum rock terkenal di daerahnya.Para personilnya juga ada yang suka membunuh.

                Lihat?Seberapa berpengaruhnya kita terhadap hidup orang lain?Jika kita bisa memberikan perhatian,memberi kehangatan kepada orang seperti itu,kita tidak akan melihat orang atau pemimpin Anti-Krist.Kita kembali ke kasus ahli Taurat itu.Sudah terbukti bahwa ahli Taurat itu berdosa.Tuhan menasehatinya supaya ia melakukan apa yang Tuhan ingin lakukan,karena Tuhan mengasihi kita.Ia akan sangat sedih melihat kita yang tidak mematuhi dan percaya kepada-Nya.Ketika Adam berdosa karena memakan buah pengetahuan sehingga ia harus bersembunyi dari Tuhan,Tuhan malah berkata kepadanya:”Adam,kemanakah engkau?”.Sungguh betapa dahsyat-Nya Tuhan kita itu.Tuhan mencari anak-anak-Nya yang terhilang.Lihat saja orang Samaria itu,ia membuang subjek dirinya dan menolong orang Yahudi itu tanpa pamrih.

                Di zaman sekarang ini,kita lebih mementingkan subjek diri sendiri daripada orang lain.Pernahkah kalian berkata kepada seseorang dengan tidak menyebutkan namanya?Misalkan saja “Si ‘Anu’ lagi apa?”.Mungkin kita bisa beralasan kalau kita lupa namanya,tetapi weits….Itulah salah satu sebab kita menjadi orang yang subjektif teman.Hilangkan subjek (saya lebih diutamakan) supaya dapat berkat.Pernah mendengar Tuhan itu sahabat kita?Georges Steven adalah seorang pendeta yang dahulu mempunyai cita-cita membangun keluarga dan karie yang sejahtera.Saat tunangan,pasangan hidupnya mengalami kecelakaan dan meninggal.Bagaimana perasaannya?Kita mungkin akan merasa bahwa Tuhan telah jahat kepada kita,tetapi tidak untuk Georges Steven.Ia berkata bahwa daripada dia menyesali dirinya sendiri,lebih baik saya menjadi Kristus (terang,bukan menjadi Allah:Red) bagi orang-orang sekitarnya.
“SO,WHO CARES???GOD CARES.”
God bless you guys. :D

*Sumber: Khotbah GKI KR Perniagaan hari Minggu,01 Agustus 2010 oleh Pdt. Yohanes Bambang Mulyono dengan sedikit pengubahan.

Share/Bookmark

Tell Me The Truth And The Right Way To Do It

Seringkali kita tidak mau dikritik oleh seseorang karena cara kerja kita.Mungkin kita merasa apa yang sudah kita lakukan itu tidak salah,tetapi orang lain tetap mengkritik kita.Nah,di dalam kehidupan Kristen,bersikap mau dikritik dan mengkritik adalah suatu kebenaran (lihat Mat 18:15-20):
“Apabila saudaramu berbuat dosa,tegorlah dia di bawah empat mata.Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatkannya kembali.” Mat 18:15
Poin-poin penting yang dapat diambil:
·         Sikap jemaat yang ada di dalam kebenaran harus menyatakan  kebenaran kepada sesama.Jika hal itu tidak dilakukan,maka komunitas itu akan ‘luntur’,dalam hal ini maksudnya adalah komunitas yang bukan umat Tuhan dan merasa mereka adalah yang paling benara di antara yang lain.
·         Harus berani menegur dosa.Segala perbuatan apapun yang tidak benar di hadapan Tuhan,haruslah kita menegur orang lain yang melakukan hal itu.Sering kali hal ini sangat sulit dilakukan oleh kita,tapi itulah tugas yang diberikan Tuhan kepada kita untuk kita lakukan.Memang sulit,tetapi pada akhirnya kita akan bisa melakukan hal itu.
·         Menyatakan kebenaran dengan cara yang tepat.Mengkritik dan siap dikritik (haruslah dengan tujuan yang bermanfaat,yaitu untuk membangun orang yang kita kritik supaya lebih baik lagi)

“Lebih baik teguran yang nyata-nyata dari pada kasih yang tersembunyi.Seorang kawan memukul dengan maksud baik,tetapi seorang lawan mencium secara berlimpah-limpah.”
Amsal 27:5-6

“Besi menajamkan besi,orang menajamkan sesamanya.” Amsal 27:17

                Kritik tidak pernah enak,pasti menyakitkan ketika kita menanggapinya dengan negatif,tetapi apabila kita menanggapinya dengan pikiran positif,maka kritik itu tidak terlalu menyakitkan (INGAT:THINK POSTIVE).Sering kali di dalam suatu persahabatan hal kritik-mengkritik terjadi.Ketika ada sahabat kita melakukan suatu kesalahan,kita sebagai sahabatnya pasti mau supaya dia menjadi lebih baik.Sebagai seorang sahabat kita akan mengkritik  dengan halus dan dengan motivasi yang benar (tidak mau mencari kesalahan,tetapi murni supaya sahabatnya menjadi lebih baik).NAH,SEPERTI ITULAH SEHARUSNYA KRITIK YANG SEBENARNYA.
                Dari tadi kita membicarakan tentang kritik,kritik dan kritik,tetapi apakah kalian tahu arti kritik itu yang sebenarnya?Kritik  diambil dari sebuah ilmu pada abad ke-17 sampai dengan ke-18 yang disebut critique,yang berarti ilmu yang menganalisa suatu hal dengan sangat akurat dan hasilnya pasti untuk membangun.Arti ini kemudian mencapai puncaknya pada abad ke-18,dengan muculnya suatu istilah yaitu biblika atau critique text,yang mempeleajari naskah-naskah kuno (Yunani Homer) dan menentukan hal yang paling otoritatif yang digunakan sebagai dasar untuk membuat bahasa modern.Dalam hal ini kritik diartikan sebagai analisa yang mendalam pada suatu hal. (perlu diketahui bahwa Alkitab awal ditulis dalam bahasa Ibrani,dan di dalam perkembagan selanjutnya Perjanjian Lama ditulis dalam bahasa Ibrani,sedangkan  Perjanjian Baru ditulis dengan bahasa Yunani.Di dalam Perjanjian Baru pula tertulis tentang bahasa,morfologi dan budaya dari daerah yang ada disebutkan.Dalam membaca ceritapun juga sama,kita harus bisa menganalisa bahasa tersebut saat membacanya (apakah itu narasi,eksposisi,dan lain sebagainya).Lihat?Penggunaan dari critique text itu masih digunakan di dalam kehidupan sekarang,walau pemahamannya cukup berkurang dari yang sebenarnya.
                Setelah abad ke-18,istilah kritik  ini masih digunakan bahkan menjadi popular,tetapi konotasinya menjadi negatif.Para pengkritik zaman sekarang membuat kritik  dengan tujuan yang negatif.Menurut mereka,semakin tajam suatu analisa  yang mereka dapatkan,semakin banyak kelemahan yang ada pada yang dikritik.Pada akhirnya  orang –orang akan melihatnya sebagai pengkritik yang hebat.Misalkan saja ketika ada seseorang yang terlalu kencang dari yang lain,si dirigennya akan memperingati dia supaya mengecilkan suaranya,tentu saja dengan nada mengkritik.Ada juga di dalam khotbah,ketika khotbahnya panjang,banyak yang bilang kelamaan,ketika khotbahnya pendek,dibilang kurang persiapan.Serba salah jadinya buat Si Pengkhotbah itu.
                Kritik pada zaman sekarang tidak ada yang membangun,semuanya dilakukan untuk membuat sesuatu hal yang kokoh menjadi goyah karena banyaknya celah di sana-sini yang dibeberkan oleh si pengkritik.Jadi,apabila mau mengkritik secara benar,lihat dahulu dari sisi positifnya dulu.Apa yang ingin kita kritik  haruslah bertujuan untuk membangun yang dikritik itu.TELL THE GOOD TRUTH FIRST.

                Di dalam konteks bersahabat di suatu persekutuan,ada 3 hal yang ada dalam suatu kritik:
MOTIVASI YANG BENAR ☞ ➁ TUJUAN ☞ ➂ CARA
MOTIVASI YANG BENAR
Bagaimana cara memiliki motivasi yang benar? Caranya adalah bertambah dalam pengenalan akan Tuhan (Lihat Luk 3:7-14).Tuhan mencamkan hal-hal yang penting dalam ayat pasal ini,antara lain di ayat 7-10: Allah tidak mau jika kita semua menganggap Bapa  beriman yang harus dipuja lebih daripada Allah sendiri,karena Allah mampu menjadikan anak-anak bagi Abraham  dari batu-batu (ayat 8).Tuhan juga menegaskan bahwa setiap pohon yang menghasilkan buah yang tidak baik,akan ditebang dan dibuang ke dalam api (ayat 9).Tanamkan cara pandang bahwa saya mengkritik supaya saya dapat membangun orang yang dikritik.Nah,bagaimana caranya supaya kita berpikir  bahwa itulah motivasi yang baik?Caranya adalah berikan motivasi awal yang benar pada setiap kritik kalian:
·         Saya ingin memberikan kepada sahabat saya yang terbaik
Seimbangkan kritik kita antara hal yang positif dan negatif.Maksudnya adalah janganlah setiap kritik itu diisi dengan kekurang yang dikritik,tetapi sampaikanlah juga kelebihan yang dipunyai oleh yang dikritik tersebut,maka niscaya orang tersebut dapat menerimanya dengan baik.Ingat esensi dalam berkritik: PUNYA MOTIVASI YANG BENAR DAN TAKUT AKAN TUHAN.Penulis Kitab Amsalpun memberikan nasehat kita semua di Amsal 1:7:”Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan,tetapi orang bodoh ,menghina hikmat dan didikan.” .Ada juga nasehat Amsal dalam konteks bertengkar antar sesame,lihat di Amsal 11:12:”Siapa menghina sesamanya,tidak berakal budi,tetapi orang yang pandai,berdiam diri.”.Lihat?Amsal memberikan nasehat dengan motivasi,tujuan dan cara yang benar.Semuanya itu karena agar kita semua semakin baik ke depannya.ORANG YANG PANDAI ADALAH ORANG YANG CERDAS EMOSIONAL.

TUJUAN
Bicara tentang hikmat dan motivasi,kita juga harus mempunyai tujuan/hasil akhir yang baik dan benar,yaitu sudah jelas: TUHAN DIPERMULIAKAN MELALUI KRITIK MEMBANGUN.Jangan sampai kita hanya bagus di kata-kata tetapi tidak tahu apa tujuan ita mengucapkan kritik seperti itu.Pikir dahulu baik-baik apakah kata-kata yang akan diucapkan nantinya akan membangun atau tidak,menyakiti hati si pendengar atau tidak,dan lain sebagainya.Jangan sampai juga kita menimbulkan permusuhan baru gara-gara pengucapan kita yang tidak berkenan.REMEMER,THINK BEFORE TALK.

CARA
Berbicara tentang cara,tentunya kita harus memiliki cara yang benar.Motivasi harus lihat perasaan orang,apakah orang itu akan tersakiti hatinya apabila kita mengucapkannya serta harus benar motivasinya,karena jika kita hanya berpatok kepada cara penyampaiannya saja yang bagus tetapi tidak bisa melihat perasaan orang yang dikritik,sama saja tidak ada gunanya.Seperti sinetron-sinetron sekarang ini,memberikan suatu motivasi tetapi dengan cara yang salah,yaitu dengan nada membentak dan marah-marah.Itu benar-benar cara yang salah.Motivasi dalam kritik itu harus diberikan secara pribadi antar pribadi (dalam konteks ini),berikan cara yang lurus (to the point),bukan mendikte atau menggurui.
BAGAIMANA LANGKAH-LANGKAH UNTUK MEMPUNYAI MOTIVASI YANG BENAR DALAM MENGKRITIK DAN DIKRITIK:
1.      Sebelum mengkritik orang lain,kritik dulu diri sendiri (Self Critique)
Pernahkah mengkritik penampilan seseorang (dalam hal menyanyi):”Suaranya jelek,fals atau semacamnya.”? Evaluasi diri sendiri dahulu jika pernah,apakah suara kita lebih bagus dan tidak fals dari orang itu.Ada suatu acara di sebuah stasiun radio tentang motivasi dalam keluarga.Suatu hari ada seorang anak yang ingin meminta minuman kepada Ibunya dengan ucapan yang kurang berkenan di hati Ibunya,sehingga langsung main pukul saja tanpa berpikir panjang lagi.Menurutnya,anak selalu salah dan orang tua selalu benar.Sang motivator lalu berkata kepada Ibu itu via telepon:”Ibu,pernahkah Ibu berkata seperti itu ke anak Ibu?” Sang Ibu diam membisu.Ini bisa terjadi di mana saja,tidak menutup kemungkinan.Nah,oleh sebab itu,miliki motivasi yang benar,saling membangun satu sama lain dan apabila kita akan mengkritik,pikirkan dahulu apakah kita melukai perasaan orang itu atau tidak.
2.      Siap Dikritik Balik
Jika suatu kali ada orang yang membalas kritikan kita (dikritik balik),kita harus siap.Kita harus mengetahui timing yang tepat.Jika kita sudah tahu waktu yang tepat dalam mengkritik serta siap menerima kritik balik,itu menunjukkan bahwa kita sudah dewasa dan sadar menerima kekurangan dalam diri.Ada aksi maka timbul reaksi.Ada saatnya kita harus berpikir dahulu sebelum beraksi.
3.      Kesadaran bahwa Allah berkarya dalam hidup orang lain
Ketika ada orang yang mengkritik kita,sikap kita seharusnya adalah mengambil yang positif dalam kritik tersebut,karena siapa tahu orang itulah (Si Pengkritik) adalah orang yang dipakai oleh Tuhan supaya kita semakin lebih baik lagi kedepannya.Lihat di 2 Sam 16:5-14:Daud menyadari bahwa Simei telah dipakai oleh Tuhan melalui ‘fitnahan’nya itu.Daud mengambil hal yang postif,tidak berusaha untuk membalas dendam (ayat 11-12).Respon seperti inilah yang seharusnya dalam menerima sebuah kritikan.
4.      Kritik dari teman yang tulus menandakan teman yang sejati
Berikan hati yang terbaik dalam setiap kritikan.Seorang sahabat adalah orang yang memberikan kritik positif kepada kita,karena jika tidak dikritik maka orang tersebut akan jatuh.Mulailah dalam mengkritik yang benar dalam hal pemerintaha,karena kritik terhadap pemerintah jauh lebih mudah daripada dengan keluarga atau teman dekat bukan?So,tunggu ap lagi?
-THINK BEFORE CRITIQUE-
Thanks and God bless you guys. :D
*Source: Khotbah KR Perniagaan hari Minggu,25 Juli 2010 dibawakan oleh Bpk. Hans Wuysang (PPA) dengan beberapa pengubahan.

Share/Bookmark

Selasa, 20 Juli 2010

4-I (Baca: empati)

            Suatu hari para Iblis sedang berdiskusi satu sama lain mengenai cara untuk menghancurkan kesatuan dari orang-orang Kristen di dunia.Mereka berusaha untuk menghancurkan komunitas gereja di dunia ini dari luar,namun selalu gagal.Para iblispun merasa kesal,karena kesatuan dari umat Kristen sangat kuas sekali,hingga akhirnya mereka menemukan cara yang paling ampuh,yaitu memunculkan sikap egois di antara umat Kristiani.Cara ini sangat ampuh,terbukti dari banyaknya orang yang mengaku Kristen karena mereka merasa jika mereka menjadi umat Kristen,mereka dipandang berharga dan penting di mata orang-orang sekitar.Betul,merea hanya mencari pamor di mata sesamanya saja,bukan bersungguh-sungguh untuk Tuhan.Dari sinilah akhirnya timbul istilah perpecahan di antara umat Kristen,seperti praktek devide et impera yang dilakukan Belanda kepada rakyat Indonesia saat itu.

            Pada zaman dahulu,jemaat di Korintus juga merupakan bangsa yang hebat.Mengapa hebat?Karena mereka sangat rajin melayani Allah,memiliki karunia yang luar biasa,melakukan hal-hal yang luar biasa karena Roh Kudus memenuhi mereka,tetapi di tengah segala kelebihannya,pikiran mereka ternyata egois.Mereka merasa “saya selalu benar,orang lain salah” karena kelebihan merea yang sesungguhnya tak perlu disombongkan karena itu pemberian dari Tuhan semata,hingga akhirnya terjadilah perselisihan seperti yang diungkapkan Rasul Paulus di 1 Kor 3.

Rasul Paulus mengingatkan .ke jemaat di Korintus supaya mereka saling hidup dengan baik dan saling mengasihi satu sama lain ( 1 Kor 13).Kunci penting yang diucapkan Paulus adalah “sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat,tetapi jika aku tidak mempunyai kasih,aku sama dengan gong yang berkumandang dan camang yang gemerincing.Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan ; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung,tetapi jika aku tidak mempunyai kasih,aku sama sekali tidak berguna.” (1 Kor 13:1-2).Melalui ayat ini,kita mengetahui kalau kasih itu sungguh penting dalam kehidupan orang banyak,tetapi sering kali tidak menjadi konsep hidup.Banyak orang yang sangat mudah berkata “aku mengasihi”,tetapi itu hanya omong kosong belaka.Mereka mengucapkan hanya sebatas ucapan saja,tidak bisa melakukannya dalam kehidupan nyata.

BAGAIMANA CARANYA SUPAYA KITA MENJADI PERSEKUTUAN YANG KUAT?
1.KITA MERUPAKAN SATU TUBUH (1 KOR 12:12-13)
karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak,dan segala anggota itu,sekalipun banyak,merupakan satu tubuh,demikian pula Kristus.Sebab dalam satu Roh kita semua,baik orang Yahudi,maupun orang Yunani,baik budak,maupun orang merdeka,telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh.”
   Suatu hari Pnt. Mawan M. Div. (salah satu penatua di gereja saya) beserta kedua temannya,Carlstein dan Marvin sedang melakukan sebuah diskusi bagaimana kehidupan orang Cina dengan orang pribumi di Indonesia (maaf menyinggung SARA,tidak ada maksud untuk menyinggung kedua belah pihak).Mereka semua sepakat bahwa banyak orang Cina di Indonesia  seringkali menganggap orang pribumi lebih rendah dari mereka.Konsep ini terus terbawa oleh sebagian besar keturunan Cina sehingga menjadi suatu pegangan (saya tidak mau bergaul dengan mereka karena lebih rendah derajatnya).Ironisnya,hal itu berawal dari orang Kristen sendiri.Mereka  lupa satu hal,Paulus mengatakan bahwa Allah mempersatukan setiap kita dan diikat menjadi satu tubuh.Oleh sebab itu,ubahlah pandangan yang seperti itu dan miliki konsep memandang orang lain seperti memandang diri sendiri.
2.TERIMALAH SETIAP PERBEDAAN YANG ADA ( ayat 14)
   Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota,tetapi atas banyak anggota.”
Tangan itu tangan,telinga itu telinga,tidak mungkin tangan mengantikan fungsi dari telinga.Masing-masing dari kita memiliki perbedaan,ada yang kurang,ada yang lebih,tidak mudah untuk disamakan.Misalnya saja kebiasaan di dalam keluarga.Ada beberapa keluarga yang berkomunikasi dengan menggunakan kata loe dan gue.Perkataan yang sudah menjadi suatu kebiasaan dalam keluarga,jika dibawa ke dalam lingkungan masyarakat,pasti akan timbul perpecahan.Mengapa?Karena masyarakat merasa orang ini tidak punya sopan santun dan merasa orang itu sangat kurang ajar sekali kepada orang yang lebih tua.Solusi yang tepat untuk masalah ini adalah saling memahami dan memaklumi setiap perbedaan yang ada.
3.SALING MEMBUTUHKAN SATU SAMA LAIN ( ayat 21)
   Ilustrasinya seperti ini:Saat kita merasa lapar,bagian dari tubuh kita yang mana yang merasakan lapar?Pasti lambung.Kita pasti akan mencari makanan untuk memgurangi rasa lapar itu.Rangsangan lambung diteruskan ke otak sehingga kita bisa merasakan lapar.Saat kita mencari-cari sebuah makanan,bagian mana yang bergerak selanjutnya?Tentunya kaki untuk bergerak ke arah makanan itu berada.Hal berikutnya setelah kita mendapatkan sebuah makanan untuk dimakan,kita pasti akan menggerakkan tangan kita untuk mengambil makanan itu ke dalam mulut kita,lalu melewati kerongkongan,esophagus hingga mencapai lambung.Apakah ada di antara bagian tubuh itu yang merasa paling berjasa?Tentu tidak.Semua menjalankan fungsinya masing-masing,tak ada yang merasa paling hebat atau tidak.Ada rasa nyaman setelah makanan itu sampai di lambung,kenikmatan yang dirasakan bersama-sama,perut kenyang,energi dari makanan disalurkan ke organ-organ lainnya.Bayangkan jika salah satu dari bagian anggota tubuh itu tidak berfungsi,misal tenggorokan,tentunya semua akan hancur.Perut tetap lapar,tidak ada pasokan energi dst.Begitu juga  di dalam persekutuan,ada kelebihan dan ada kekurangan.Miliki konsep bahwa kita semua saling membutuhkan,terima segala kelebihan dan kekurangan orang lain.
4. LIHATLAH ORANG LAIN APA ADANYA (ayat 22-23)
“Malahan justru anggota-anggota tubuh yang nampaknya paling lemah,yang paling dibutuhkan.Dan kepada anggota-anggota tubuh yang menurut pemandangan kita kurang terhormat,kita berikan penghormatan khusus.Dan terhadap anggota-anggota kita yang tidak elok,kita berikan perhatian khusus.”
    Darimana kita bisa melihat keadaan seseorang?Kita bisa merasakan keadaan seseorang apabila kita bisa menempatkan diri di posisi orang tersebut (empati).Kita harus memahami kondisi teman kita saat ini,apakah dia sedang kesulitan,kesusahan,senang dsb.Misalkan saja di dalam pelayanan.Saat kita telat untuk mengikuti doa sebelum melayani,penanggung jawab kita merasa kesal kepada kita karena telat,tidak bisa menepati waktu tanpa tahu bahwa waktu di dalam perjalanan,ada seseorang yang kecelakaan dan kita menolong orang tersebut sehingga menjadi telat.Ada orang yang langsung emosi karena dimarahi seperti itu dan tidak menjelaskannya dengan baik.Seandainya kita bisa menjelaskan situasi sebenarnya dengan baik,pasti tidak aka nada yang namanya perpecahan.Setiap dari kita pasti melakukan kesalahan,setiap dari kita pasti ada kekurangan.Nah,itulah gunanya kita harus saling menopang satu sama lain,sehingga kita persatuan kita semakin kokoh dan tidak tergoyahkan.INGAT,saling mengampuni,terima apa adanya,maka semua akan menjadi indah.
INTINYA KASIH,LAKUKAN UNTUK ORANG LAIN,SALING MENOPANG DAN NISCAYA KITA UMAT ALLAH AKAN TETAP KUAT WALAU TERJADI PERSELISIHAN SEBESAR APAPUN.JESUS BLESS YOU.^^
*Berdasarkan khotbah di GKI Perniagaan tanggal 18 Juli 2010 dengan tema 4-I yang dibawakan oleh Pnt. Mawan M. Div. 

Share/Bookmark